Jakarta, Baperone — Pengurus Himpunan Pelajar Mahasiswa Halmahera Tengah (Hipma-Halteng) Jabodetabek menyayangkan atas lambatnya penanganan kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah Hutan Patani Barat, Halmahera Tengah tepatnya di Kebun Pala Almarhum Ali Hi Daud tanggal 2 April 2026 Lalu.
Hingga saat ini, aparat penegak hukum belum menunjukkan perkembangan signifikan, Dan Keseriusan dalam mengungkap pelaku maupun motif dari peristiwa tersebut. Kondisi ini memicu keresahan di tengah masyarakat serta memperdalam krisis kepercayaan terhadap institusi kepolisian di wilayah Maluku Utara, khususnya Halmahera Tengah.
Ketua Umum Hipma-Halteng Jabodetabek, Hamdani ABD Rahim,menurutnya,Sebagai Organisasi Kedaerahan Hipma-Halteng tidak akan tinggal diam melihat ketidakjelasan penanganan kasus oleh aparat hukum
“Kami melihat ini sebagai bentuk kegagalan serius aparat dalam menegakkan hukum,Jika dalam waktu dekat tidak ada perkembangan yang jelas, maka kami akan turun langsung untuk menuntut dan Mendesak Kapolri Agar Mencopot Kapolda Dan Kapolres Halmahera Tengah,” tegas Hamdan,Jumat,(17/5/2026).
Sebagai bentuk keseriusan, Hipma-Halteng Jabodetabek menyatakan akan melakukan Konsolidasi Mahasiswa Maluku Utara Se-jabodetabek akan bersikap Unjuk rasa ke Mabes Polri Terkait Pembunuhan Di Hutan Halmahera Tengah Dan Halmahera Timur.
“Kami akan Konsolidasi Semua Paguyuban Maluku Utara di Jakarta dan menggelar aksi di Mabes Polri sebagai bentuk tekanan moral agar kasus segera dituntaskan” ungkapnya Ketua
Mereka menduga,kasus pembunuhan di hutan Patani bukan sekedar Kasus Pembunuhan biasa,namun di Rencanakan secara sistematis dan bukan bukan kali pertama kasus pembunuhan terjadi,mereka sesali karena hutan Halteng Dan Haltim setiap tahun selalu saja ada korban Jiwa,dan pelaku sampai sejauh ini masih bebas berkeliaran.
Adapun tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi meliputi:
1. Mendesak Mabes Polri untuk segera mencopot Kapolda Maluku Utara dan Kapolres Halmahera Tengah.
2. Membentuk Tim Khusus untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan di Hutan Patani Barat.
3. Mengungkap pelaku dan motif secara transparan kepada publik.
4. Menjamin keamanan masyarakat Halmahera Tengah. Dari potensi ancaman serupa.
Hipma-Halteng Jabodetabek memberi penegasan akan terus mengawal kasus ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawasi proses penegakan hukum.(*)

Tinggalkan Balasan