Jakarta, baperone — Arman Rajak, Ketua Serikat Buruh Garda Nusantara (SBGN) Wilayah Maluku Utara, mendapat mandat dari pengurus Exco Provinsi Maluku Utara sebagai delegasi Kota Ternate dalam Kongres V Partai Buruh.

Kongres V Partai Buruh yang berlangsung di Jakarta pada 19–22 Januari 2026 tersebut telah resmi berakhir dan menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang akan menjadi pedoman arah perjuangan partai ke depan.

Pasca-kongres, Arman Rajak menegaskan komitmennya untuk segera melakukan konsolidasi kekuatan rakyat di Kota Ternate. Konsolidasi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kaum buruh, pedagang kaki lima, tukang ojek, petani, nelayan, pemuda dan mahasiswa, perempuan, hingga kelompok masyarakat lainnya.

Upaya konsolidasi tersebut diarahkan pada pembentukan dan penguatan struktur Partai Buruh secara menyeluruh, dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memenangkan Partai Buruh pada Pemilu 2029.

“Partai Buruh harus hadir sebagai alat perjuangan politik rakyat kecil. Konsolidasi ini penting agar suara buruh dan kelompok marjinal tidak hanya didengar, tetapi juga benar-benar diperjuangkan melalui kebijakan publik,” ujar Arman Rajak.

Ia menilai pengalaman panjangnya dalam gerakan sosial dan serikat buruh di Maluku Utara menjadi modal penting untuk membangun solidaritas politik yang kuat dan berkelanjutan di Kota Ternate.

“Kami ingin memastikan Partai Buruh dibangun dari bawah, oleh rakyat, dan untuk kepentingan rakyat. Dengan kerja kolektif, kami optimistis Partai Buruh dapat menjadi kekuatan politik alternatif di Ternate,” pungkasnya.