Morotai — Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Naswin Rowo, mengusulkan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menggelar Car Free Day (CFD) setiap Ahad (Minggu) di kawasan Pasar Central Business District (CBD) Gotalamo. Menurut dia, program tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi pedagang sembako yang belakangan mengalami penurunan pembeli, Senin, (3/8/2026).
Naswin mengatakan aktivitas jual beli di Pasar CBD menurun karena semakin banyak pedagang sembako berjualan di sepanjang ruas jalan utama Morotai Selatan. Kondisi itu, kata dia, berdampak pada pedagang yang berjualan di dalam kawasan pasar, terutama penjual cabai, tomat, sayuran, dan kebutuhan pokok lainnya.
“Sudah saatnya pemerintah membuat terobosan agar pasar kembali ramai. Salah satunya dengan menghadirkan Car Free Day setiap hari Minggu di kawasan CBD,” katanya
Politikus asal Desa Daeo itu mengusulkan konsep CFD menyerupai yang diterapkan di kawasan Taman Nukila, Ternate. Dalam skemanya, ruas jalan dari depan Masjid Raya hingga toko Mr. D.I.Y ditutup sementara bagi kendaraan bermotor setiap Ahad pukul 06.00-10.00 WIT. Selama waktu tersebut, kawasan hanya digunakan pejalan kaki dan pesepeda.
Menurut Naswin, minat masyarakat Morotai terhadap olahraga terus meningkat. Hal itu terlihat dari semakin banyak warga yang berjalan kaki maupun berlari pada pagi dan sore hari, terutama pada akhir pekan.
Ia menilai meningkatnya kunjungan masyarakat ke kawasan CBD saat CFD akan memberi dampak ekonomi bagi pedagang.
“Orang yang datang berolahraga biasanya membawa uang. Setelah selesai olahraga mereka bisa membeli makanan, sayur, atau kebutuhan lainnya, Hari Minggu bisa menjadi hari pasar yang menguntungkan pedagang,” ujarnya.
Naswin mengaku telah berdiskusi dengan sejumlah komunitas olahraga dan warga. Menurut dia, gagasan tersebut mendapat respons positif karena dinilai dapat menghadirkan ruang publik sekaligus menghidupkan suasana pusat Kota Daruba.
Selain mendorong aktivitas ekonomi, Naswin menilai pelaksanaan CFD tidak membutuhkan anggaran besar. Pemerintah daerah, kata dia, cukup menerbitkan kebijakan atau surat edaran bupati untuk menetapkan pelaksanaan CFD setiap Ahad dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat, khususnya di wilayah Morotai Selatan.
Ia juga mengungkapkan program itu berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), Meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan CBD diyakini akan menarik pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyewa lapak untuk berjualan, mulai dari kopi, makanan ringan hingga produk lokal.
“Pemda tidak harus mengeluarkan anggaran besar. Justru bisa memperoleh PAD dari penyewaan lapak UMKM. Panggung permanen di kawasan CBD juga bisa dimanfaatkan untuk senam Zumba atau kegiatan komunitas setiap Minggu,” ucap Naswin.(*)

Tinggalkan Balasan