Morotai Kondisi jembatan penghubung antarpulau di kawasan Taman Kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, mendapat perhatian dari Ketua Fraksi Kebangkitan Nurani Nasional (KNN) DPRD Pulau Morotai, Moh Akbar Mangoda, Rabu, (2/9/2026)

Akbar mendorong pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan terhadap kerusakan jembatan, Akses tersebut menjadi jalur penting bagi warga Desa Koloray dan Desa Galo-Galo dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Jembatan ini jangan hanya dilihat sebagai bangunan fisik. Ia memiliki fungsi strategis dalam mendukung konektivitas antarpulau, aktivitas nelayan, mobilitas masyarakat, serta transaksi ekonomi rakyat. Karena itu, kerusakannya harus segera ditangani,” ujar Akbar.

Akbar juga mendorong rehabilitasi jembatan masuk dalam prioritas Perubahan APBD Kabupaten Pulau Morotai 2026. Sebelum penganggaran, pemerintah perlu melakukan pemeriksaan teknis guna menentukan tingkat kerusakan, kebutuhan biaya, dan metode perbaikan.

Bagi Akbar, pembangunan infrastruktur publik harus berorientasi pada keselamatan dan manfaat bagi masyarakat. Infrastruktur transportasi memiliki peran penting bagi daerah kepulauan seperti Morotai karena menghubungkan permukiman, kawasan ekonomi, wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil.

Penopang Aktivitas Ekonomi

Jembatan Taman Kota Daruba tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung, Nelayan memanfaatkannya untuk mendukung aktivitas pelayaran dan distribusi hasil tangkapan. Masyarakat juga menggunakannya untuk perdagangan dan mobilitas harian.

“Pemerintah harus melihat persoalan ini dari perspektif pelayanan publik. Ketika infrastruktur penghubung rusak, yang terdampak bukan hanya bangunan, tetapi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Akbar.

Kawasan jembatan juga memiliki kaitan dengan sektor pariwisata. Lokasinya berada di Taman Kota Daruba, salah satu kawasan aktivitas masyarakat dan akses menuju Pulau Dodola serta destinasi wisata di sekitarnya.

Akbar meminta pembenahan jembatan menjadi bagian dari penataan kawasan perkotaan dan fasilitas pendukung pariwisata Morotai.

Dorong Masuk Perubahan APBD 2026

Akbar juga menilai pemeriksaan kondisi jembatan perlu dilakukan secara menyeluruh, Hasil kajian dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan rehabilitasi atau pembangunan kembali.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kebutuhan penanganan mendesak, anggaran dapat diajukan melalui Perubahan APBD 2026 sesuai ketentuan.

“Saya berharap Pemerintah Daerah menjadikan perbaikan jembatan Taman Kota Daruba sebagai salah satu prioritas dalam Perubahan APBD 2026. Ini menyangkut keselamatan masyarakat, konektivitas antarpulau, aktivitas ekonomi rakyat, sekaligus wajah kawasan perkotaan Daruba,” tegas Akbar.

Akbar menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur dengan orientasi jangka panjang. Prinsip keselamatan, pemerataan, efektivitas, dan manfaat publik perlu menjadi dasar dalam menentukan prioritas anggaran.

“Jangan sampai kita berbicara tentang pembangunan dan pariwisata, tetapi infrastruktur dasar yang menjadi akses masyarakat justru dibiarkan dalam kondisi rusak. Pemerintah harus hadir melalui kebijakan dan anggaran yang benar-benar menjawab kebutuhan rakyat,” ujar Akbar.(*)