Oleh: M. Jidan Hasib

Betapa pentingnya pembangunan sumber daya manusia,  investasi terbesar yang harus dilakukan oleh negara dalam hal ini adalah pemerintah yaitu investasi manusia, negara harus tau itu, negara punya tanggung jawab besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya.

‎Diantara kebutuhan masyarakat yang lain salah satunya adalah pendidikan. Karena pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, terlihat jelas di sana bahwa ekonomi dan politik kita rusak di sebabkan telah terabaikan dunia pendidikan.

‎Jika melihat pendidikan kita akhir akhir ini, sangat di sayangkan karena sebagian besar masyarakat merasakan pendidikan sebagai beban berat seolah pendidikan di edit menjadi barang sangat mahal dengan kondisi masyarakat kita, standar ekonomi yang dimiliki tidak cukup untuk menjangkau pendidikan dengan biaya yang cukup mahal, maka terdapatlah klasifikasi perbedaan kelas di sana ada jurang yang memisahkan antara masyarakat, dalam hal pembagian sektor pendidikan ada masyarakat yang mampu mengakses pendidikan karena kecukupan biaya ada yang tidak tidak mampu karena dibatasi oleh biaya,

‎Kenyataan membuktikan pendidikan dikuasai oleh mereka yang memiliki kapital atau modal, orang yang memiliki kapital menjadi elit dalam dunia pendidikan, sementara dilihat dari orang yang tidak memiliki kapital atau modal tergolong dalam kelompok termalginal yang hanya menjadi penonton. miris sekali jika kita menelah lebih kritis pendidikan sekarang ini lebih ke Transformasi kapital.

‎Penulis mencoba screenshot tentang fenomena di mana pendidikan dianggap sebagai komoditas atau barang dagangan untuk mencari keuntungan, bukan lagi sebagai hak dasar, orientasi pendidikan di sulap menjadi tempat bisnis untuk meningkatkan biaya yang mahal seperti UKT (uang kuliah tunggal) dan timbulnya kesenjangan sosial, artinya ada sekolah orang kaya dan orang miskin sehingga akses pendidikan berkualitas hanya untuk elit, serta memicu komersialisasi saja. Dunia pendidikan sebagai bidang kehidupan manusia paling dasar bagi proses menuju negara yang cerdas.

Pendidikan juga berupaya mencerdaskan anak negri sebagaimana pendiri Republik ini yang menetapkan salah satu amanah dalam UUD  1945 mencerdaskan kehidupan bangsa, karena pendiri bangsa kita tahu, bahwa hanya bangsa yang cerdas dapat mengantarkan masyarakat pada kesejahteraaan.

‎Sebagai mana yang diutarakan oleh salah satu tokoh dari pasimbawos bahwa Pendidikan sebagai pintu gerbang untuk semua orang, ada satu konsep yang cukup terkenal, (education for aII) pendidikan untuk semua, semua orang memiliki hak yang sama,  hak untuk mengakses pendidikan tanpa harus perbedaan status sosial atau kemampuan ekonomis. Hemat saya bahwa, konsep ini telah diilhami oleh seluruh negara yang ada dunia untuk menjadi penopang utama dalam tatanan masyarakat.

‎Di balik jejaring yang tersembunyi disana kita kembali melihat sejarah pendidikan dibawa ketiak VOC dan pendidikan di terapkan oleh negara Indonesia dalam hal pemerintah, ada persamaan. Bahwa pada jaman VOC  bertujuan untuk mencetak tenaga buruh, dan guna mengatur masyarakat pribumi untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka, dan bersifat diskriminatif memisahkan anak anak berdasarkan status sosial dan ras,  terdapat perbedaan akses pendidikan anak anak pribumi tidak layak mendapatkan pendidikan yang semestinya.

Ada korelatif bahwa, saat inipun demikian pendidikan di Indonesia mencetak tenaga buruh dan untuk bekerja, ini adalah bentuk penghianatan pemerintah Indonesia terhadap leluhur, karena bagi leluhur bangsa ini maju dan tidaknya tergantung dari kualitas pendidikan,  ini bentuk rekayasa negara terhadap rakyat.

‎Disisi lain praktek pendidikan juga sama seperti modus producation yang mengakar kuat pada corak produksi ekonomi kapitalis untuk mempertahankan status quo, seperti yang terjadi saat ini bahwa setiap tahun universitas memproduksi ribuan mahasiswa untuk peran mereka di pasar tenaga kerja yang semuanya melayani ekonomi kapitalis, begitulah cara kerja kapitalis untuk memaksa kita taat kepada-nya seolah kapitalis sebagai Tuhan yang ditaati.

‎apa yang suda terjadi adalah tidak terlepas dari cengkeraman kapitalisme untuk berusaha memisahkan manusia dari pendidikan, fenomena ini kenderungnya berbicara tentang modal atau uang, yang jauh dari apa yang di cita citakan oleh pendiri kita, yakin mencerdaskan kehidupan bangsa, alhasil justru mencederai kehidupan bangsa, pendidikan saat ini lebih tepatnya tempat akumulasi modal atau investasi negara untuk mengeruk modal sebesar besarnya, betapa buruknya pendidikan saat ini di sebabkan budaya kapitalisme yang telah merambah dunia pendidikan

‎Sejarah mencatat bahwa pendidikan bukan hanya mengakses pengetahuan tapi pendidikan juga seringkali menjadi alat perlawanan terhadap kekuasaan yang menindas, Paulo Ferreira salah satu pemikir yang mengembangkan kesadaran kritis masyarakat, untuk menganalisa struktur kekuasaan yang tidak adil.

Hal yang serupa juga di sampaikan oleh salah satu tokoh dari pasimbawos (yakni fanox Karibo) pendidikan harus menjadi katalisator peruba dihan sosial sekaligus merombak struktur kekuasaan yang tidak memiliki moralitas.

‎Penulis menguji eksistensi dan Kapala angin seluruh peminat baca, sekalipun kondisi pendidikan yang kian memburuk lalu kita berdiam tanpa tindakan yang dilakukan adalah bentuk penghianatan yang tidak bisa di maafkan, serta jangan memaknai pendidikan hanya sebatas transfer pengetahuan, akan tetapi menjadikan pendidikan sebagai senjata pengetahuan untuk melawan kebodohan dari  penjajah kolonial Indonesia, yang sering menindas mengeksploitasi rakyat Indonesia.

Pendidikan menjadi kekuatan untuk mengubah dunia dengan harapan membawa peradaban untuk regenerasi kedepan. Pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam bangsa dan negara, Karena manusia membutuhkan pendidikan dan pendidikan membutuhkan manusia.