Morotai, Baperone — Menjelang dua hari perayaan Hari Raya Idul Fitri, sejumlah pedagang di Pasar Central Business District (CBD) Kabupaten Pulau Morotai mengeluhkan kondisi pasar yang relatif sepi dari pembeli. Situasi ini dinilai berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana aktivitas jual beli biasanya meningkat tajam sejak pertengahan Ramadan hingga menjelang lebaran. Selasa(17/3/2026)

Pantauan di lokasi pasar menunjukkan sebagian lapak pedagang terlihat lengang. Beberapa pedagang bahkan terlihat hanya duduk menunggu pembeli yang datang silih berganti dalam jumlah terbatas. Kondisi ini membuat para pedagang khawatir karena momentum Ramadan yang seharusnya menjadi masa peningkatan pendapatan justru tidak memberikan dampak signifikan pada penjualan mereka.

Salah satu pedagang CBD, Kausar Lukman (65), warga Desa Nakamura, mengaku kondisi penjualan tahun ini jauh dari harapannya. Kausar yang sudah bertahun-tahun berjualan di pasar tersebut mengatakan bahwa selama Ramadan hingga mendekati Idul Fitri, pendapatannya tidak mengalami peningkatan seperti biasanya.

Menurut Kausar, beberapa jenis dagangan seperti tomat, bawang, dan cabai justru sulit terjual meskipun stok yang ia ambil dari petani tidak banyak.

“Dua hari menjelang Idul Fitri ini pemasukan sama saja seperti hari biasa. Tidak ada peningkatan sama sekali. Dagangan saya sampai seminggu juga belum habis terjual,” keluh Kausar saat ditemui wartawan di lapaknya.

Ia juga menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya menjelang lebaran biasanya permintaan terhadap bahan kebutuhan dapur meningkat drastis karena masyarakat mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk hari raya. Namun kondisi tersebut tidak ia rasakan pada Ramadan tahun ini.

Kausar bilang kini harus lebih berhati-hati dalam mengambil stok barang dagangan. Ia bahkan membatasi jumlah cabai yang dibeli dari petani karena khawatir tidak habis terjual dan akhirnya mengalami kerugian.

“Cabai paling banyak saya ambil dua kilo saja. Bahkan hampir tiga minggu belum habis juga. Jadi sekarang kalau ambil barang tidak berani banyak-banyak,” ujarnya.

Menurutnya, jika ia mengambil stok dalam jumlah besar seperti tahun-tahun sebelumnya, risiko kerugian akan semakin tinggi karena daya beli masyarakat di pasar saat ini terlihat menurun.

Selain faktor daya beli, Kausar menilai sepinya pembeli di Pasar CBD juga dipengaruhi oleh banyaknya pedagang yang kini memilih berjualan di pinggir jalan atau di depan rumah masing-masing dengan mendirikan tenda sendiri.

Kondisi seperti ini membuat sebagian pembeli lebih memilih berbelanja di lokasi yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka dibandingkan harus datang langsung ke pasar.

“Sekarang banyak pedagang yang berjualan di jalan-jalan atau depan rumah. Jadi orang-orang lebih memilih belanja di situ karena lebih dekat,” katanya.

Ia menilai jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penertiban, maka keberadaan pasar tradisional seperti Pasar CBD akan semakin kehilangan pembeli. Padahal, pasar merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang seharusnya ramai terutama menjelang hari besar keagamaan.

Hal senada juga dirasakan oleh beberapa pedagang lain di pasar tersebut yang mengaku mengalami penurunan penjualan selama Ramadan tahun ini. Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk menata kembali aktivitas perdagangan agar pusat pasar tetap menjadi tempat utama masyarakat berbelanja.

Kausar berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah konkret dengan menertibkan pedagang yang berjualan di luar area pasar dan mengarahkan mereka kembali untuk berjualan di dalam pasar.

Menurutnya, penataan penting agar aktivitas ekonomi di Pasar CBD kembali hidup dan para pedagang bisa mendapatkan penghasilan yang lebih layak.

“Kalau pedagang di jalan-jalan ditarik kembali ke pasar, mungkin pembeli juga akan kembali ramai ke sini. Jadi pasar bisa hidup lagi seperti dulu,” harapnya.

Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat segera mengevaluasi kondisi tersebut sehingga pasar tradisional tetap menjadi pusat perdagangan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat lokal, terutama pada momen penting seperti Ramadan dan Idul Fitri.