Kepulauan Sula, Baperone — Kondisi Jembatan Kali Waisenga di Desa Waitina, Kecamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, hingga kini masih mengalami kerusakan serius meski telah berlangsung lebih dari satu tahun. Keretakan pada badan jembatan tersebut dilaporkan terjadi akibat banjir besar yang pernah melanda wilayah itu beberapa waktu lalu.

Kerusakan yang belum kunjung diperbaiki tersebut kini menimbulkan kekhawatiran masyarakat setempat. Jembatan yang menjadi salah satu jalur utama transportasi darat itu setiap hari dilintasi kendaraan maupun warga, sehingga kondisi retaknya dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Waitina (IPMW) Ternate, Agel Umasangaji, mendesak pemerintah desa maupun pemerintah daerah agar segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur tersebut.

Menurut Agel, jika kerusakan dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan, maka risiko kerusakan yang lebih parah sangat mungkin terjadi, terutama ketika musim hujan dengan intensitas tinggi kembali melanda wilayah tersebut.

“Jika sewaktu-waktu Kali Waisenga kembali meluap, maka kerusakan jembatan berpotensi semakin parah dan bisa mengancam keselamatan masyarakat yang melintas,” ujar Agel dalam keterangan tertulis yang diterima Baperone, Sabtu (14/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa Desa Waitina merupakan salah satu wilayah yang cukup rawan banjir ketika curah hujan meningkat. Salah satu sungai yang kerap meluap adalah Kali Waigafo, yang aliran banjirnya mengikuti jalur Kali Waisenga hingga melintasi bagian tengah permukiman warga.

Kondisi ini membuat keberadaan Jembatan Kali Waisenga menjadi sangat vital bagi aktivitas masyarakat, baik untuk mobilitas warga maupun distribusi barang.

Karena itu, IPMW Ternate berharap pemerintah desa dan pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Sula dapat segera mengambil langkah konkret, mulai dari pengecekan teknis hingga perbaikan jembatan, guna mencegah risiko yang lebih besar serta menjamin keselamatan masyarakat.

https://baperone.com

“Perbaikan jembatan ini sangat mendesak, karena menyangkut keselamatan warga dan kelancaran aktivitas transportasi masyarakat Desa Waitina,” tutup Agel.