Morotai Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Morotai menggelar latihan menembak dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI Angkatan Laut di Lapangan Tembak M. Iqbal Fardayanta, Jumat, (11/9/2026).

Kegiatan tidak hanya melibatkan prajurit. Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua, Wakil Bupati Rio Christian Pawane, serta sejumlah organisasi wartawan, termasuk Solidaritas Wartawan Morotai (SWOT), turut hadir setelah menerima undangan dari Lanal Morotai.

Komandan Lanal Morotai Letkol Laut (P) Benie Hermawan, M.Tr.Opsla., menjelaskan latihan menembak pada dasarnya menjadi bagian dari agenda prajurit untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kemampuan profesional.

Namun, peringatan HUT ke-81 TNI AL menjadi momentum bagi Lanal Morotai untuk membuka kegiatan kepada unsur pemerintah, media, dan komunitas masyarakat.

“Bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI Angkatan Laut, kami mengundang pejabat daerah, kawan-kawan media, dan komunitas untuk ikut mengenal serta merasakan pengalaman menembak,” ujar Danlanal Morotai.

Menurut Benie, latihan bagi prajurit diarahkan untuk mempertajam kembali keterampilan menembak. Sementara bagi peserta dari kalangan sipil dan pejabat daerah, kegiatan menjadi ruang pengenalan terhadap teknik serta prosedur penggunaan senjata api secara aman.

Bupati dan Wakil Bupati Morotai juga menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-81 TNI AL. Mereka berharap TNI Angkatan Laut semakin solid dan mampu menjalankan perannya dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.

Harapan serupa datang dari jajaran TNI Angkatan Darat di Morota, Kehadiran lintas unsur TNI menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjalankan tugas di wilayah.

Di luar agenda latihan menembak, Benie menyoroti kesiapan Lanal Morotai menghadapi persoalan keamanan serta potensi konflik di wilayah perairan Morotai.

Ia menuturkan, armada Lanal, mulai dari kapal berukuran kecil hingga kapal berukuran besar, berada dalam kondisi siap digunakan untuk mendukung tugas operasional.

“Sarana dan prasarana penunjang telah kami perbaiki dan pelihara secara mandiri. Insyaallah, seluruh unsur siap digerakkan sewaktu-waktu, baik untuk pengamanan perairan maupun penanganan keadaan darurat,” tegasnya.

Kesiapsiagaan juga mencakup operasi kemanusiaan di laut. Lanal Morotai selama ini berkolaborasi dengan Basarnas Morotai dalam membantu evakuasi nelayan, terutama ketika kondisi cuaca memburuk.

Salah satu operasi yang pernah dilakukan ialah evakuasi seorang nelayan penjaga rumpon yang dihantam badai, Nelayan itu kemudian ditemukan oleh kapal asing.

“Untuk aspek keamanan dan kesiapsiagaan, kami sangat siap. Kini tinggal bagaimana kita semua berkolaborasi untuk bersama-sama menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat di perairan Morotai,” pungkas Letkol Laut (P) Benie Hermawan.(*)