Pulau Morotai,Baperone — Pengurus Besar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pasifik (Unipas) Morotai kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.melalui kegiatan penanaman 100 bibit mangrove di Desa Usbar Pantai.kemarin,Kamis,(2/4/2026)

Kegiatan yang diberlakukan merupakan bagian dari program jangka panjang BEM FPIK Unipas yang bertujuan mengurangi dampak abrasi di wilayah pesisir.Desa Usbar Pantai dipilih sebagai lokasi perdana karena saat ini mengalami abrasi yang cukup signifikan.
Ketua Bidang Humas BEM FPIK Unipas, Halia Malawat bilang,penanaman mangrove tidak sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

“Penanaman mangrove bukan hanya sekadar menjalankan program, tetapi juga memberikan penyadaran kepada masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menjaga lingkungan. Ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap alam,” ujarnya.

Halia membeberkan,pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung keberlanjutan program. Menurutnya, dukungan dari Universitas Pasifik Morotai, pimpinan fakultas, serta pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan di wilayah pesisir lainnya.

“Kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan. Mari bersama-sama menjaga lingkungan demi mewujudkan masa depan yang berkelanjutan bagi masyarakat dan alam,” tambahnya.

Sementara,Ketua BEM FPIK Unipas, Akmal Mandea, menyampaikan bahwa semangat kepedulian terhadap lingkungan akan terus ditanamkan dalam diri mahasiswa, khususnya di bidang perikanan dan kelautan.

Akmal berpesan,BEM FPIK Unipas akan terus menjadi motor penggerak dalam memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

“Semangat, kepedulian, dan kerja sama akan selalu tertanam dalam jiwa mahasiswa perikanan.BEM FPIK Unipas akan terus berupaya menjadi roda penggerak dalam memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.(*)