Ternate, Maluku Utara — Enam Tahun Vakum dari kegiatan Jujaru-Ngungare, Alif Tesyar Pratama (23), Alumni angkatan 2019, kembali terlibat dalam persiapan Peserta Jujaru-Ngungare 2026. Kali ini, ia mendapat tugas mengajar dan membimbing para peserta sejak Pra-karatina hingga masuk pada malam Grand Final.
Bagi Alif, kesempatan itu menjadi daya tarik tersendiri, disini ia kembali bukan sebagai peserta, melainkan berbagai pengetahuan dan pengalaman kepada generasi muda yang sedang mempersiapkan diri untuk tampil lebih maksimal di malam puncak Legu Tara No Ate 2026.
Alif mengaku tidak terlalu kesulitan membimbing peserta tahun ini, karena peserta sudah matang secara mental sehingga lebih muda mengikuti materi dan proses pelatihan, Kemarin Malam, Kamis, (22/10//2026).
Di tengah kesibukannya mendampingi Peserta, ia mengingat pentingnya menjaga kebudayaan lokal, Alif menekankan, generasi muda memiliki peran untuk memperkenal tradisi dan peninggalan Leluhur Ternate kepada Masyarakat lebih luas.
“Jangan mudah melupakan budaya kita tersendiri, khususnya di Ternate karena budaya peninggalan leluhur-leluhur kita itu sangat banyak untuk di Ekplorasi kepada Indonesia,” ungkapnya.
Alif Bahkan mendorong agar kekayaan budaya dan sejarah Ternate dikenal hingga mancanegara, baginya, Ternate bukan hanya sebuah kota, tapi daerah dengan warisan sejarah tradisi yang layak diperkenalkan ke dunia.
Sementara, Arfatimah Riskinella (15) yang biasanya disapa Qynela menjadi salah satu peserta Jujaru-Ngungare 2026, ia mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan tersebut.
Dari sekitar 20 peserta mengikuti seleksi awal, sebanyak 17 orang berhasil melanjutkan ke tahapan berikutnya, menurut Qynela, keikutsertaanya menjadi kesempatan untuk lebih mengenal lebih dekat kebudayaan Daerah sekaligus mengambil bagian dalam upaya Pelestarian.
“Pesan saya untuk Jujaru-Ngungare lainnya, untuk tetap melestarikan budaya kota Ternate, karena budaya kami di kota Ternate sampai sekarang masih sangat kental, jadi jangan malu memperluas budaya,” jelasnya
Disamping itu, Qynela mengingingkan Legu Tara No Ate dapat menghadirkan Jujaru-Ngungare yang mampu membawa nama baik budaya Ternate, ia turut berharap penuh kegiatan serupa terus diberlakukan agar semakin banyak generasi mendapat kesempatan untuk terlibat.
“Harapan saya legu Tara No Ate Menghadirkan Jujaru-Ngungare yang terbaik si, semoga masih ada lagi,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan