Medan, Baperone.com — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Al Washliyah Sumatera Utara mendeklarasikan perang melawan narkoba bersama Polri dan masyarakat, Organisasi kepemudaan itu juga meminta kepolisian menindak tegas aparat yang terlibat atau membekingi peredaran narkotika.

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan silaturahmi bersama Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., di Kantor PW Al Washliyah Sumut, Jalan Sisingamangaraja Nomor 144, Medan, Senin, (26/10/2026).

Ketua PW GP Al Washliyah Sumut, Nurul Yakin Sitorus, menyambut kedatangan Sonny bersama jajaran pengurus organisasi, Hadir pula Ketua PW Al Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara, perwakilan organisasi bagian Al Washliyah, Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak beserta pejabat utama kepolisian, serta Bupati Batubara Baharuddin Siagian.

Dalam sambutannya, Nurul mengapresiasi amanah yang diberikan kepada Sonny untuk memimpin Polda Sumatera Utara, Pengalaman Sonny sebagai Wakapolda Sumut diharapkan menjadi bekal dalam menjaga keamanan dan merawat kerukunan masyarakat yang memiliki latar belakang suku, agama, dan budaya beragam.

“komunikasi dan sinergi antara ulama dan kepolisian memiliki peran penting dalam membangun suasana yang aman, damai, dan kondusif,” Ujar Nurul Yakin Sitorus

Sebagai tindak lanjut, PW GP Al Washliyah Sumut menerbitkan maklumat atau pernyataan sikap tertanggal 26 Oktober 2026 yang ditandatangani Nurul Yakin Sitorus, S.H.I. Dokumen itu memuat lima tuntutan terkait pemberantasan narkoba.

Pertama, organisasi mendukung langkah tegas Kapolda Sumut beserta jajaran kepolisian di tingkat polres dan polsek untuk memberantas peredaran narkotika tanpa pandang bulu.

Kedua, GP Al Washliyah memandang narkoba sebagai ancaman bagi umat dan bangsa, Dalam maklumatnya, narkoba tidak hanya diposisikan sebagai persoalan kriminal, tetapi juga kejahatan kemanusiaan yang merusak akal dan bertentangan dengan ajaran Islam.

Ketiga, organisasi mengajak kader Pemuda Al Washliyah, alim ulama, organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh pemuda, dan masyarakat Sumatera Utara berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian jika mengetahui keberadaan bandar, pengedar, maupun lokasi penyalahgunaan narkoba.

Keempat, Kapolda Sumut diminta menindak tegas aparat yang terbukti terlibat atau melindungi jaringan peredaran narkotika. Kelima, kepolisian didorong menggelar operasi rutin di kawasan darurat narkoba, disertai pembinaan berkelanjutan dan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan.

Deklarasi ditandai dengan pemasangan spanduk bertuliskan Deklarasi Perang Melawan Narkoba Gerakan Pemuda Al Washliyah Sumatera Utara, Kegiatan itu mengusung semangat Polri Bersama Masyarakat dengan semboyan “Hiduplah Washliyah Zaman Berzaman”.

Melalui deklarasi ini, GP Al Washliyah Sumut mendorong keterlibatan organisasi kepemudaan, tokoh agama, masyarakat, dan kepolisian dalam memutus peredaran narkoba, Sinergi lintas unsur diharapkan memperkuat upaya menjaga keamanan sekaligus menekan penyalahgunaan narkotika di Sumatera Utara.(*)