Ternate, Maluku Utara — Perumda Ake Gaale Kota Ternate menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pasokan air bersih di tengah musim kemarau yang telah berlangsung selama lima bulan, Penurunan debit air di Ngade membuat distribusi ke sejumlah wilayah dataran tinggi masih dilakukan secara bergiliran.
Langkah yang ditempuh perusahaan daerah itu meliputi pembangunan sumur bor, penyaluran air menggunakan mobil tangki, serta pemeriksaan kualitas air produksi sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Direktur Perumda Ake Gaale, Firman Mudaffar Sjah, mengatakan pelayanan air bersih secara umum masih berjalan dengan baik. Meski begitu, keterbatasan debit air di Ngade berdampak pada pola distribusi ke wilayah yang berada di dataran tinggi.
“Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang mengalami keterbatasan pasokan, Perumda Ake Gaale menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki. Selain itu, pembangunan sumur bor di Ubo-Ubo saat ini sedang dikerjakan,” ungkap Firman,pada Senin (26/10/2026).
Selain pembangunan sumur bor di Ubo-Ubo, Perumda Ake Gaale merencanakan penambahan sumber air di lokasi lain. Firman menjelaskan, pembangunan sumur bor di Tanah Tinggi Barat dijadwalkan pada 2027 melalui kerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Ternate.
“Adapun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merencanakan pembangunan fasilitas penampungan air dan sumur bor di Kelurahan Tubo,” tambahnya.
Menurut Firman, penambahan sumber air menjadi salah satu langkah untuk mengatasi keterbatasan pasokan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan dataran tinggi. Perusahaan juga berupaya mempercepat penanganan laporan pelanggan sebagai bagian dari peningkatan pelayanan.
“Perumda juga berupaya mempercepat penanganan laporan pelanggan guna meningkatkan kualitas pelayanan air bersih,” jelasnya.
Dari sisi produksi, Kepala Bagian Perencanaan dan Produksi Perumda Ake Gaale, Bambang Arsudadi, menjelaskan kelancaran pengolahan air bergantung pada ketersediaan sumber air, bahan kimia untuk proses pengolahan, dan pasokan listrik.
“Dalam menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat, bagian produksi secara berkala memeriksa sampel air dan menyesuaikan proses pengolahan dengan kebutuhan,” pungkasnya.
Perumda Ake Gaale mengandalkan penambahan sumber air, pengawasan mutu produksi, dan distribusi melalui mobil tangki untuk menjaga layanan selama kemarau, Pembangunan sumur bor di Ubo-Ubo masih berlangsung, sementara proyek di Tanah Tinggi Barat direncanakan pada 2027 dan fasilitas di Kelurahan Tubo masuk dalam rencana Kementerian PUPR.(*)

Tinggalkan Balasan