Ternate, Maluku Utara — Stok beras di gudang Perusahaan Umum Urusan Logistik (BULOG) cabang Ternate Maluku Utara saat ini tercatat sekitar 700 ton, Tambahan pasokan 5.000 ton dari Sulawesi sedang dalam proses pengiriman untuk mendukung penyaluran bantuan pangan dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Mariyono, Asisten Manager Administrasi dan Keuangan, saat ditemui menjelaskan bahwa beras yang sedang dikirim masih dalam tahap pemuatan di gudang pengirim hingga proses pengangkutan menuju wilayah tujuan.

“Sementara yang lagi dalam proses pengiriman, proses pengiriman artinya dari gudang pengirim lagi proses pemuatan hingga pengiriman ke sini ada sebanyak 5000 ton dari Sulawesi,” katanya, Kemarin, Senin (19/10/2026).

Mariyono bilang, Sulawesi merupakan salah satu sumber utama pasokan beras dikarenakan ketersediaan stok di wilayah itu cukup besar. Selain Sulawesi, Jawa Timur juga menjadi daerah dengan surplus beras yang memasok kebutuhan antar daerah.

“Kita memang rata-rata dapat dari Sulawesi karena kebetulan untuk selindo surplus itu paling banyak stoknya adalah Sulawesi sama Jawa Timur, mungkin karena kita lebih dekat dengan Sulawesi kita dapat pasokan MUF,” ucapnya.

Selain itu, Ulul Albab Suratin, Asisten Manager Pengadaan dan Operasi, mengatakan stok sekitar 700 ton yang saat ini tersedia diperkirakan mencukupi kebutuhan penyaluran selama tiga bulan ke depan.

Menurut dia, pasokan yang sedang dikirim akan memperkuat ketersediaan beras, terutama menjelang penyaluran bantuan pangan tahap ketiga tahun 2026, Pasokan juga disiapkan untuk mendukung penyaluran beras SPHP sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

“Yang ada sekarang saat ini (gudang) sebanyak 700 ton, kalau sebanyak itu sebenarnya sudah cukup untuk tiga bulan ke depan, apalagi saat ini akan ada penyaluran bantuan pangan lagi tahap tiga di tahun 2026, yang insya Allah dimulai di bulan-bulan ini, Insya Allah stok yang datang nanti cukup untuk dari segi penugasan bantuan pangan maupun penyaluran SPHP untuk mengatasi inflasi itu,” ujarnya.(*)