Ternate, Baperone.com — Insiden meninggalnya seorang anak laki-laki di Kelurahan Gambesi, Kota Ternate, memunculkan perhatian luas dari masyarakat. Peristiwa itu menimbulkan berbagai pertanyaan terkait latar belakang yang melatarinya,Jumat,(1/5/2026)
Sejumlah catatan sebelumnya menunjukkan wilayah Ternate memiliki tingkat kerentanan terhadap kasus serupa. Faktor tekanan psikologis kerap menjadi penyebab, namun persoalan tersebut masih sering luput dari perhatian serius.
Yayasan Rumah Konseling Maluku Utara menyoroti beredarnya gambar dan rekaman korban di media sosial. Tindakan tersebut dinilai berbahaya karena dapat memicu dorongan meniru pada individu yang sedang mengalami tekanan mental, sekaligus memperpanjang duka keluarga.
“Konten seperti itu bisa mendorong orang lain melakukan hal yang sama. Selain itu, dampaknya juga dirasakan keluarga dan orang terdekat,” ujar Direktur Yayasan Rumah Konseling Malut, Ikhwanul Kiraam J. Saleh, S.Sos.
Ia menjelaskan, penyebaran materi sensitif berisiko menumbuhkan anggapan keliru terhadap tindakan melukai diri, serta memicu tekanan lanjutan seperti kecemasan, hilang nafsu makan, hingga gangguan stres.
Pihak yayasan meminta Polres Ternate segera mengambil langkah terhadap oknum yang terlibat dalam penyebaran konten tersebut. Imbauan untuk tidak membagikan materi seperti ini telah disampaikan berkali-kali, namun belum diindahkan.
“Kami berharap ada tindakan tegas dari aparat. Sebab ini menyangkut perlindungan masyarakat dan penghormatan terhadap keluarga korban,” tegas Ikhwanul.
Kejadian naas itu menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental, sekaligus tanggung jawab bersama dalam menyikapi informasi di ruang digital secara bijak.(*)


Tinggalkan Balasan