Ternate — Mahasiswa KKN IAIN Ternate bersama pemuda-pemudi Kelurahan Mado, Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate, menggelar kegiatan SI Rame-Rame Maulid Nabi Muhammad SAW pada Jumat malam, (28/8/2026).
Kegiatan mengusung tema “Ino Fo Marimoi Ngofa Gam Sidagi Adat Sebudaya, Sidagi Akhlak Rasulullah”. Tema tersebut mengandung pesan tentang persatuan generasi muda dalam menjaga adat dan budaya sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Acara dihadiri Lurah Mado, Ketua RT 01, 02, 03, dan 04, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, Bina Desa mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair), pemuda-pemudi, serta mahasiswa KKN IAIN Ternate.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Lurah Mado, Irawan S. Disi. Dalam sambutannya, ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri dan meningkatkan amal kebaikan.
“Inti daripada hikmah kegiatan ini, paling tidak kita dapat meneladani apa yang Baginda Rasulullah jalankan. Akan tetapi, dalam keseharian kita belum terlaksana seperti yang dilakukan Rasulullah,Kadang-kadang kita sibuk dengan pekerjaan sehingga apa yang diperintahkan Rasulullah kita lalai. Saya menarik benang merah dari kegiatan Maulid Nabi ini agar kita mampu mengintrospeksi diri untuk amal kebaikan kita di kemudian hari,” ucapnya.
Ketua Panitia, Rahman Edo, dalam sambutannya menyampaikan laporan pertanggungjawaban anggaran kegiatan. Dari target Rp2.000.000, panitia berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp1.141.000.
Rahman turut mengapresiasi kerja keras pemuda-pemudi dan mahasiswa KKN yang tergabung dalam kepanitiaan, Kolaborasi seluruh pihak dinilai membantu kegiatan berjalan dengan baik.
Ketua Pemuda Kelurahan Mado, Fauji A. Sariman, mengatakan penggunaan bahasa Ternate dalam tema Maulid memiliki makna penting bagi generasi muda. Menurutnya, pesan itu menggambarkan semangat persatuan pemuda dalam mempertahankan adat dan tradisi leluhur serta menerapkan akhlak Rasulullah SAW.
“Semoga adat dan budaya orang tua kita menjadi nilai tersendiri pada generasi yang akan datang. Selain itu, akhlak Rasulullah seharusnya kita teladani dengan penuh tawadhu. Perjalanan Rasulullah dalam Isra Mikraj mengingatkan kita betapa kerasnya perjuangan beliau dalam membangun peradaban Islam sampai sejauh ini,” ungkap Fauji.
Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) mahasiswa KKN IAIN Ternate, Sumitro Ucu, menilai peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan tahunan, Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan mengingat kembali perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan ajaran Islam.
“Momentum Maulid Nabi SAW bukan hanya kegiatan seremonial semata yang dilakukan setiap tahun, melainkan kegiatan ini memotret kembali akan besarnya perjuangan Rasulullah sehingga sampai saat ini kita masih meyakini agama Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin. Dalam pandangan sosial, kegiatan ini mampu merangkul kita dalam satu bingkai persaudaraan atau tali silaturahmi,” imbuhnya
Sumitro berharap nilai-nilai keislaman yang disampaikan melalui peringatan Maulid dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh generasi muda Kelurahan Mado.
“Harapannya kegiatan ini bisa berdampak bagi masyarakat, terlebih khusus kepada generasi muda Kelurahan Mado agar mampu mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi nilai positif bagi masyarakat‚” ungkapnya
“Kami selaku peserta KUBERMAS sangat berterima kasih kepada masyarakat Kelurahan Mado karena melalui momentum Maulid ini kami diberikan ruang untuk beradaptasi dengan masyarakat. Semoga selama beberapa pekan ke depan kami masih terus memberikan hal yang positif bagi semua,” sambungnya.
Memasuki penghujung acara, mahasiswa KKN IAIN Ternate, Intan Irianti Suilehu dan Nur Khazanah Kamaludin, turut memeriahkan kegiatan melalui lantunan sholawat Nabi. Suasana semakin khidmat saat lantunan sholawat menggema di tengah masyarakat Pulau Hiri sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Koordinator Desa, Sumitro Ucu. Puisi tersebut menggambarkan sosok seorang ibu yang dirindukan anaknya serta menggambarkan perjuangan dan kasih sayang seorang ibu dalam mengasuh dan membesarkan anak-anaknya.
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kelurahan Mado ditutup dalam suasana penuh kebersamaan. Selain menjadi ruang mempererat silaturahmi, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya generasi muda untuk menjaga nilai adat dan budaya lokal serta mengamalkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan