Ternate, Baperone — Puluhan massa aksi dari Kota Ternate bertolak menuju Sofifi, Minggu (26/4/2026), untuk mendesak Polda Maluku Utara segera mengungkap aktor di balik rangkaian kasus pembunuhan di Halmahera Timur dan Halmahera Tengah yang disebut belum terungkap sejak 1985.
Massa yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Halmahera Timur dan Halmahera Tengah itu dijadwalkan menggelar demonstrasi di Markas Polda Maluku Utara, Aksi juga akan menyasar Kantor Gubernur Maluku Utara dan DPRD Maluku Utara, pada Senin 27 April 2026.
Aksi ini merupakan lanjutan (Jilid II) dari demonstrasi sebelumnya yang digelar pada Rabu, 15 April 2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 88 orang massa telah berada di Pelabuhan Feri Bastiong, Kelurahan Bastiong, Kecamatan Ternate Selatan. Hingga saat ini, mereka masih menunggu keberangkatan feri rute Bastiong–Sofifi.
Koordinator Lapangan Aksi II, Nandi Isnain, mengatakan demonstrasi tersebut bertujuan menekan Polda Maluku Utara, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta pemerintah daerah Halmahera Timur dan Halmahera Tengah agar segera menuntaskan kasus teror dan pembunuhan di dua wilayah tersebut.
Menurut Nandi, peristiwa teror dan pembunuhan disebut telah terjadi berulang sejak 1985 dan menimbulkan kecemasan serta trauma berkepanjangan di tengah masyarakat. Ia menyebut hingga 2 April 2026, pembunuhan kembali terjadi di Patani Barat dan kasus tersebut belum juga terungkap.
Nandi menambahkan, jika penanganan kasus tidak segera dilakukan, masyarakat Halmahera Timur dan Halmahera Tengah yang mayoritas berprofesi sebagai petani berpotensi menghentikan aktivitas berkebun karena alasan keamanan.

Tinggalkan Balasan