Ternate, Baperone – Upaya menghidupkan kembali denyut organisasi kepemudaan di wilayah Maluku Utara mulai menemukan momentumnya. Asosiasi Mahasiswa Pemuda Pelajar Tobelo, Galela, Morotai, Malifut, Loloda, dan Kao (AMPP-TOGAMMOLOKA) resmi menggelar deklarasi Musyawarah Daerah (Musda)

sekaligus menetapkan kepengurusan sementara, yang berlangsung di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Kristen (HMK) UMMU Kota Ternate, Kemarin,Rabu (22/4/2026).

Deklarasi itu bukan sekadar seremoni, melainkan penanda kebangkitan organisasi yang sempat mengalami kevakuman dalam kurun waktu yang cukup panjang. Momentum tersebut juga menjadi titik awal konsolidasi lintas wilayah untuk merajut kembali arah gerakan kolektif pemuda.

Penanggung jawab Musda AMPP-TOGAMMOLOKA 2026, Alehendra Hayati, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas stagnasi organisasi yang terjadi akibat tidak terselenggaranya Musda selama bertahun-tahun.

“Membangun kembali organisasi AMPP-TOGAMMOLOKA atas dasar vakumnya kepemimpinan yang sudah lama tidak melaksanakan Musda,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Hendra itu menjelaskan bahwa deklarasi ini juga menjadi bagian dari upaya strategis untuk melahirkan struktur kepengurusan baru yang lebih solid dan terarah.

“Maka dengan mengonsolidasikan enam organisasi kepemudaan (OKP) di bawah paguyuban AMPP, sekaligus pengangkatan kepengurusan baru guna melaksanakan musyawarah daerah,” pungkasnya.

Dalam forum deklarasi, AMPPTOGAMMOLOKA juga menyampaikan sikap tegas melalui lima poin pernyataan yang mencerminkan arah perjuangan organisasi ke depan:

1. Menolak campur tangan elit politik yang menjadi penyebab perpecahan.

2. Mengkonsolidasikan kembali organisasi untuk memperkuat perjuangan massa.

3. Mengutuk pihak-pihak yang menggunakan nama TOGAMMOLOKA untuk bekerja sama dengan kalangan elit politik dan perusahaan tambang.

4. Membentuk forum kritik dan otokritik sebagai langkah perbaikan organisasi.

5. Mengadakan Musyawarah Daerah Ke-IX(9).

Selanjutnya, sebagai bagian dari pembenahan internal, AMPP-TOGAMMOLOKA akan membentuk ruang kritik dan otokritik sebagai mekanisme evaluasi organisasi. Terakhir, mereka menegaskan komitmen untuk segera menyelenggarakan Musyawarah Daerah ke-IX(9) sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi.

Deklarasi yang dilakukan diharapkan menjadi titik balik bagi AMPP-TOGAMMOLOKA untuk kembali mengambil peran strategis dalam mengawal isu-isu sosial, politik, dan pembangunan di wilayah Tobelo, Galela, Morotai, Malifut, Loloda, dan Kao.(*)