Morotai, Baperone — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pasifik Morotai (BEM UNIPAS) bersama BEM FKIP, BEM Teknik, BEM FPIK, dan BEM FEKON menggelar aksi penanaman pohon mangrove dan pembersihan sampah plastik di Pulau Dodola pada,Minggu,(19/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan, khususnya ekologi pesisir. Penanaman mangrove dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di wilayah pesisir Morotai yang rentan terhadap kerusakan.

Dalam keterangannya, Rifaldy Madjid menegaskan pentingnya peran mangrove dalam menjaga keseimbangan alam. Menurutnya, mangrove tidak hanya berfungsi mencegah abrasi pantai, tetapi juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut.

“Melalui kegiatan yang dicanangkan,kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama menjaga serta melestarikan lingkungan pesisir. Mangrove adalah benteng terakhir dari ancaman abrasi dan juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa gerakan mahasiswa tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolik semata, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu mendorong kesadaran kolektif.

“Kami ingin memastikan bahwa gerakan ini menjadi pemantik kesadaran bersama. Jika lingkungan pesisir rusak, maka yang terdampak pertama adalah masyarakat itu sendiri, terutama nelayan dan pelaku wisata,” tambah Rifaldy.

Selain penanaman mangrove, mahasiswa juga melaksanakan aksi pembersihan sampah plastik di kawasan wisata Pulau Dodola. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran wisatawan agar tidak membuang sampah sembarangan, sekaligus menjaga keindahan destinasi unggulan di Morotai.

Mahasiswa menilai bahwa sampah plastik merupakan salah satu ancaman serius bagi kelestarian lingkungan. Selain sulit terurai, sampah plastik membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terdegradasi, sehingga berpotensi merusak ekosistem laut jika tidak ditangani secara serius.

Di akhir pernyataannya, Rifaldy turut mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius dalam membuat kebijakan pengelolaan sampah dan perlindungan kawasan pesisir.

Pengurus BEM UNIPAS,Foto Bersama Setelah Usai lakukan Gerakan Tanam Manggrove,|Dok:(Istimewa).

“Kami berharap ada kebijakan konkret dan pengawasan yang berkelanjutan dari pemerintah daerah. Lingkungan bukan hanya tanggung jawab mahasiswa, tetapi tanggung jawab bersama,” tutupnya.

BEM UNIPAS berharap gerakan peduli lingkungan tidak berhenti pada aksi seremonial semata, tetapi dapat berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah serta masyarakat untuk lebih serius menjaga ekosistem pesisir demi masa depan Morotai.(*)